Gampong ini awalnya dikenal sebagai Kampung Melayu yang terbentuk sekitar tahun 1991, dengan penduduk beragam suku seperti Padang, Batak, Aceh, Jawa, dan lainnya. Pada awalnya jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa dan terbagi dalam tiga dusun.
Seiring waktu, kepemimpinan berganti dan pada tahun 1990 di bawah Geuchik H. Abdul Wahab, nama Kampung Melayu diubah menjadi Gampong Daulat. Pembagian wilayah juga tetap terdiri dari tiga dusun, namun nama jalannya mengalami perubahan.
Sejak berdiri, Gampong Daulat telah dipimpin oleh beberapa geuchik, dimulai dari Abdurrahman (1965–1970) hingga Muhajir (2022–sekarang). Perkembangan gampong berjalan bertahap, dari kondisi awal yang belum tertata, hingga mulai berkembang terutama pada masa Zainal Abidin (2006–2011) dan Zainuddin (2011–2022), yang ditandai dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas, serta pertumbuhan penduduk.
Saat ini, Gampong Daulat menjadi wilayah yang berkembang di Kota Langsa dengan aktivitas ekonomi yang didominasi sektor perdagangan dan jasa, meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan dan lapangan kerja.